Masih cerita dari kota kembang, Bandung. Malam pertama disana sebenarnya ada acara dinner di hotel. Tapi karena aku penasaran dgn cerita Chen ttg mall Paris Van Java (PVJ), aku akhirnya minggat aja dari hotel. Naik taxi dari Sheraton Bandung (Dago) jgn harap bisa dapet Blue Bird karena semuanya taxi jelek. Tarifnya bisa ditawar kok, tp karena saya cowo yg cupu dalam urusan tawar menawar gini akhirnya mesti keluarin duit 25K sekali jalan (kehet pisan !) 
Sampe di area PVJ, saya takjub oleh area parkir yg sparkling dgn deretan lampu2 pijar yang digantung rapi. Apalagi waktu itu hujan rintik2 membasahi lahan parkir menciptakan efek pantulan cahaya yg apik. Tampak luar banyak banget cafe2 & resto membuka gerai mengelilingi PVJ sembari memanfaatkan space teras untuk menawarkan atmosfir outdoor.

) Dgn dandanan fashionable (ala FO?) mereka tampil kasep dan geulis lah. Interior PVJ sangat unik, konsep mall & shopping centre namun dengan arsitektur bangunan klasik jaman kolonial. Seakan-akan saya spt lagi jalan2 mengelilingi suatu kota mini. PVJ juga didesain semi outdoor. Sebagian mall di lantai atas hanya ditutupi dengan terop yg tembus cahaya matahari. Dibagian tengah malah tidak ada penutup sama sekali. Jalan2nya juga lebar dgn pola susunan batu2 spt jalanan di kota2 Eropa. Mostly store di PVJ adalah gerai2 branded, sebut aja Guess, Mango, Esprit, Everbest, VNC, Nike, Quiksilver, SOGO Dept Store dsb. So, jgn harap bisa menemukan Factory Outlet disini ya


And hey.. I met my online buddy -Marge, that day. Kebetulan dia lg ada acara ultah temen di PVJ, so aku bisa ajak dia sebagai partner narsisku haha.. Thx Marge




























0 komentar:
Posting Komentar